Review Buku Belajar Bisnis Ala Rasulullah Selagi Mahasiswa Why Not?! karya Wildan Fuady

Berbisnis ala Rasulullah Dikala Muda

Judul : Belajar Bisnis Ala Rasulullah Selagi Mahasiswa Why Not?!

Penulis         : Wildan Fuady

Penerbit         : PT Elex Media Komputindo

Tahun terbit : 2014

Tebal buku : 201 halaman


Rasulullah SAW merupakan figur teladan bagi seorang muslim. Siapa yang ingin sukses dunia dan akhirat, maka ikutilah jalan beliau termasuk dalam berbisnis. Bagi sebagian orang, meyakini bahwa berbisnis dapat dilakukan ketika sudah dewasa atau berumah tangga, padahal masa muda merupakan waktu yang pas untuk memulai berbisnis. Seperti kata Ir. Soekarno, beri aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia. Hal ini mengandung arti bahwa di dalam jiwa seorang pemuda, tersimpan kepemimpinan. Jiwa semangat pemuda berkobar-kobar, penuh dengan semangat, pikiran, dan inovasi baru.


Cover Buku Tampak Depan


Menurut penulis, sifat mandiri atau merdeka seorang pemuda adalah ketika mereka tidak menggantungkan terutama secara finansial kepada orang tua, kakak, ataupun saudara. Justru pemuda yang mandiri dan keluar dari zona aman yang disebut merdeka. Saat ini, banyak sekali bisnis sampingan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa di sela-sela kuliah. Selain berprestasi di bidang akademik, kita juga perlu mencoba berbisnis. Seperti yang dilakukan oleh Bapak Chairul Tanjung, CEO Trans Corp pada saat masih berkuliah di FKG UI.


Hambatan memulai bisnis saat kuliah adalah rasa malu. Seringkali muncul pikiran negatif takut diejek teman-teman karena berbisnis. Padahal, berbisnis merupakan hal yang mulia, halal dan tidak melulu bergantung pada orang tua. Jadi, kenapa harus malu?

Saat memulai bisnis, hendaknya kita memperhatikan target dan peluang serta taktik dalam berbisnis, seperti jujur, sesuai dengan fakta, mengutamakan kepuasan pelanggan, dan melakukan pelayanan terbaik. Di dalam buku ini juga menjelaskan bahwa assabiqunal awwalun mayoritasnya merupakan orang yang kaya dan seorang pebisnis. Jadi, tidak ada yang salah apabila kita menjadi seorang pebisnis di usia muda.


Salahsatu quotes pada akhir bab


Banyak hal lain yang didapat dari buku ini seperti pentingnya belajar public speaking, manfaat sedekah, dan pentingnya mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sehingga dapat memilih bidang yang optimal dan sesuai dengan hobi dan kemampuan kita. Secara garis besar, isi dari buku ini sangat padat dan jelas, terdiri dari 9 Bab dengan istilah “Cahaya” serta bahasa yang digunakan ringan dan cocok dibaca kalangan mahasiswa. Pada setiap bab terdapat quotes dan di belakang buku dicantumkan gambar-gambar kegiatan sosial yang diikuti oleh penulis. Cover menarik, namun minim ilustrasi serta terdapat typo pada beberapa kata tetapi tidak mengubah makna yang disampaikan. Buku ini sangat cocok dibaca oleh kalangan mahasiswa yang ingin memulai bisnis di sela-sela perkuliahan dan menjadikan Rasulullah sebagai sumber teladan dalam hidupnya terutama dalam berbisnis.


Komentar