Shalat, Obat Segala Penyakit

         Kesehatan merupakan hal terpenting yang harus dimiliki. Bahagia atau tidaknya seseorang dapat dilihat dari kondisi kesehatannya. Namun, kita sering menganggap remeh kesehatan. Seperti, sering begadang menonton drama korea, sering makan makanan berminyak, seperti gorengan, ataupun jarang berolahraga. Padahal, kita tahu bahwa hal itu dapat mengakibatkan tubuh kita menjadi tidak sehat.


       
Masjid Al-Hayat Ma'had Al-Zaytun

             Saat sakit, mayoritas dari kita masih mengandalkan obat dari dokter maupun apotek. Padahal, apabila kita sering mengonsumsi obat-obatan akan mengakibatkan efek samping pada tubuh seperti resistensi bakteri atau virus. Sebenarnya, saat sakit tidak terlalu parah, jangan mengandalkan obat-obatan terlebih dahulu. Tanpa kita sadari, dengan kita melaksanakan shalat juga merupakan salahsatu penangkal penyakit. Sebagai santri kelas 12, mayoritas dari kita masih bermalas-malasan untuk melaksanakan shalat di masjid. Padahal, manfaat yang diberikan begitu banyak bagi kesehatan tubuh. Bagaimana bisa itu terjadi?

1. Berjalan Kaki Saat Ke Masjid
“Orang yang paling besar pahala shalatnya adalah orang yang paling jauh perjalanannya menuju ke masjid.”
       Dengan kita pergi ke masjid dengan berjalan kaki, kita akan mendaptkan pahala sebanyak langkah kaki kita. Jadi, semakin jauh jarak asrama ke masjid, maka semakin banyak pula pahala yang didapatkan. Selain mendapat pahala dari Allah SWT, dengan berjalan kaki saat ke masjid dapat membakar lemak, mencairkan minyak, melancarkan kerja jantung, merendahkan kolesterol, menurunkan tekanan darah tinggi, melancarkan proses pencernaan makanan, dan meningkatkan produksi hormon endorfin yang berfungsi untuk meningkatkan rasa bahagia. 

2. Kesesuaian Waktu Shalat dengan Waktu Aktivitas Psikologi Tubuh
Apa yang terjadi di waktu shalat?
        Menurut penelitian, pada saat kita melaksanakan shalat shubuh, akan mengaktifkan hormon kortizon yang berfungsi untuk melahirkan energi bagi tubuh manusia yang akan bertambah pesat jumlahnya pada saat masuknya waktu shalat fajar seiring dengan meningkatkanya tekanan darah.
Shalat shubuh juga dapat menurunkan kadar kelenjar pineal, menurunkan kadar hormon melatonin, mengaktifkan proses pada tubuh yang berhubungan dengan cahaya, serta mengakhiri dominasi Parasympathetic System sejak malam hari dan membuka jalan Sympathetic System di siang hari.

         Pada saat shalat dhuhur, kita dapat menenangkan jiwa, menurunkan efek hormon testosteron, serta menambah suplay energi. Setelah shalat dhuhur kita dianjurkan untuk menenangkan tubuh kita dengan cara tidur Qaylulah, yaitu tidur yang dilakukan pada siang hari setelah kita melaksanakan shalat dhuhur agar tubuh kita menjadi lebih fresh. 

         Shalat Ashar atau Shalat Wustha (Shalat Pertengahan) juga memiliki manfaat bagi tubuh kita. Hal ini tercantum dalam QS. Al-Baqarah/2 : 238. Pada saat sore hari, tubuh kita akan mengalami peningkatan hormon adrenalin yang membuat tubuh menjadi tegang. Dengan melaksanakan shalat ashar, kita dapat menurunkan kadar hormon tersebut. Selain itu, setelah kita melaksanakan shalat ashar, kita juga tidak dianjurkan untuk tidur. 

         Pada saat kita mengerjakan shalat maghrib, manfaatnya sama seperti shalat dhuhur. Namun, apabila shalat dhuhur berfungsi untuk menaikkan fungsi hormon kortizon, shalat maghrib justru menurunkannya. Selain itu, shalat maghrib juga sebagai terminal transisi agar kita tidak malas.
Terakhir adalah shalat isya’. Shalat isya’ sebagai shalat yang berfungsi untuk mengakhirkan shalat yang lain. Pad saat shalat isya’ kita dianjurkan untk melambatkan shalat. Eittt…. Bukan berarti bermalas-malasan ya… Maksudnya, kita dapat melaksanakan sebelum tidur karena shalat isya’ berfungsi untuk mengganti Sympathetic System di siang hari menjadi Parasympatethic System. 

3. Manfaat Bersujud
Saat sujud ternyata banyak manfaat yang kita peroleh yaitu :  

a. Membersihkan sinus dalam hidung, yaitu dengan menarik sisa-sisa kotoran dari proses pernapasan. Untuk penderita maxilliary sinus, sujud dapat membantu membersihkan dari cairan berlebih. Sehingga, orang yang shalat tidak akan merasa pusing. Hal itu berlaku juga untuk penderita Sphenoidal, Ethmoidal, dan Forntall Sinus.

b. Aliran darah menuju otak mengalami penambahan saat sujud karena lancarnya peredaran darah dari jantung menuju otak.

c. Membantu mengatasi masalah sembelit

d. Menurut penelitian Haruki Klein dari Fakultas Kedokteran Universitas Toho, sujud dapat meringankan komplikasi dari penyakit gula dengan menghasilkan zat creatine.

        Nah, sebenarnya masih banyak manfaat yang diperoleh ketika kita shalat. Ayo, sebagai santri Ma’had Al-Zaytun dan kakak kelas tertinggi di tingkat MI, MTs, dan MA, sudah sepatutnya kelas 12 memberikan contoh yang baik untuk adik-adiknya dengan sholat berjamaah tepat waktu di masjid. Dengan melihat berbagai manfaat shalat berdasarkan spiritual maupun kesehatan, masih bisa bermalas-malasan untuk pergi ke masjid?

Komentar